0811 850 8828 admin@pulaucinta.id

Login

Sign Up

After creating an account, you'll be able to track your payment status, track the confirmation and you can also rate the tour after you finished the tour.
Username*
Password*
Confirm Password*
First Name*
Last Name*
Birth Date*
Email*
Phone*
Country*
* Creating an account means you're okay with our Terms of Service and Privacy Statement.
Please agree to all the terms and conditions before proceeding to the next step

Already a member?

Login
0811 850 8828 admin@pulaucinta.id

Login

Sign Up

After creating an account, you'll be able to track your payment status, track the confirmation and you can also rate the tour after you finished the tour.
Username*
Password*
Confirm Password*
First Name*
Last Name*
Birth Date*
Email*
Phone*
Country*
* Creating an account means you're okay with our Terms of Service and Privacy Statement.
Please agree to all the terms and conditions before proceeding to the next step

Already a member?

Login

Kerang Kima diketahui masuk daftar binatang yang dilindungi dan langka.

Kima merupakan hewan air yang dilindungi.

Peraturan Pemerintah Republik Indonesia nomor 7 tahun 1999 menunjukkan berbagai jenis tumbuhan dan satwa yang dilindungi.

Pada poin VII tertunjuk Bivalia (kelas moluska yang mencakup semua kerang-kerangan) tepatnya nomor 226 tertulis jelas Kima termasuk satwa yang dilindungi.

Hippopus hippopus atau dikenal di Indonesia sebagai Kima tapak kuda, Kima kuku beruang temasuk satwa yang dilindungi di Indonesia.

Gambar untuk kerang kima

Ukuran kerang ini pun terbilang sangat besar.

Panjangnya bisa mencapai dua meter dengan berat 250 kg.

Penasaran dengan hewan raksasa ini?

Melansir beberapa sumber, berikut ini enam fakta tak terduga mengenai kerang Kima.

1. Kerang langka

Orang barat menyebut Kima ialah giant clam.

Hewan yang suka tinggal di pasir dan sela-sela terumbu karang ini termasuk hewan langka.

2. Banyak di perairan Sulawesi hingga Papua

Kima tinggal di perairan Sulawesi hingga Papua.

Jika berkunjung ke Sulawesi Tenggara, jangan lupa kunjungi kima-kima yang ada di Konservasi Taman Laut Kima Tolitoli.

3. Menjaga laut

Kima merupakan penyaring alami air laut.

Saat makan, kima akan menyedot air laut yang berisi plankton dan kotoran.

Air laut itu akan disaring dan dikeluarkan kembali setelah bersih.

Dalam sehari, seekor kima bisa menyaring berton-ton air laut.

Selain kotoran, kima juga menyerap zat nitrogen dan fosfat yang berbahaya bagi laut.

4. Cangkang Kima bisa jadi tempat tinggal terumbu karang

Cangkang kima juga bisa menjadi tempat tinggal bagi terumbu karang.

Lalu, telur dan kima-kima kecil bisa menjadi makanan bagi ikan, gurita, hingga kepiting.

Tak hanya jadi tempat tinggal, cangkang kima juga bisa menjadi alat untuk mendeteksi keadaan air laut.

Jika cangkang kima berwarna pucat, tandanya laut mengalami kenaikan suhu dan tercemar polusi.

5. Sama tapi Beda

Sebenarnya, kima itu sama seperti kerang pada umumnya.

Hanya saja, ukuran kima dan cangkangnya lebih besar, berat, dan lebih berwarna-warni jika dibandingkan kerang lain.

Warna-warni pada cangkang kima itu berasal dari makhluk separuh hewan dan separuh tumbuhan yang bernama zooxanthellae.

Gambar terkait

Makhluk itu menempel pada cangkang kima dan melakukan fotosintesis di sana.

Hal itulah yang membuat cangkang kima berwarna.

Keberadaan makhluk ini tidak merugikan.

Berkat makhluk ini, kima mendapat nutrisi tambahan untuk dirinya sendiri.

Kerja sama yang mereka lakukan saling menguntungkan.

6. Banyak diburu untuk dijual

Karena keindahannya itu, banyak orang yang memburu kima untuk dijual.

Selain itu, banyak juga orang yang menjual daging kima.

Padahal, kima merupakan pahlawan lautan yang sudah berjasa banyak bagi lautan Indonesia.

Leave a Reply